Aku merenung, mungkin aku memang terlalu egois. Demi sebuah impian, aku tega melepaskan pelukan orang tuaku. Demi sebuah cita-cita, aku rela melepaskan semua cerita di tanah kelahiranku. ***Segera lulus dan kembali untuk mengajar di kampung halamannya. Itulah impian Ifan, pemuda pencinta puisi asal Ternate yang merantau ke tanah Sulawesi. Namun, seusai mengambil data penelitian untuk skripsinya di Palu, cobaan datang menguji keteguhan hati Ifan. Mulai dari tawaran S2 di Bandung, kesalahpahaman dengan orang-orang di perantauan, perkelahian, termasuk fitnah hubungannya dengan seorang gadis bernama Fira. Beruntung, ia dapat menyelesaikan segalanya dengan baik. Namun, ketika Ifan akhirnya mulai menemukan masa depannya pada diri wanita bernama Marwah, cobaan kembali mendera. Ia dirampok dalam perjalanan pulang dari rumah kakaknya dan mendapat luka tusukan di perut. Parahnya, luka itu mengantarkan Ifan pada kenyataan pahit akan muasal penyebab sakit kepala yang selama ini sering menyerangnya. Mampukah Ifan menjangkau impiannya yang tergantung di langit Sulawesi? Atau, ia harus menyerah pada kematian yang selalu membayangi di pelupuk mata? Diselingi dengan kisah cinta dan persahabatan, novel ini tak hanya mengisahkan perjuangan penuh liku demi mewujudkan mimpi, namun juga berjuta hikmah tersembunyi akan makna sejati kehidupan. Selamat membaca!