Jika Anda ditanya, siapakah tokoh terkenal yang sangat jujur, adil, sabar, dan demikian murah hati dalam jagat pewayangan? Maka, jawaban satu-satunya adalah sosok yang dikisahkan dalam novel seru dan menarik ini. Dialah Puntadewa yang populer juga dengan nama Yudhistira, sulung Pandawa. Saking mulianya laku hidup Puntadewa, dia pun mendapat gelar “Ajathasatru” yang artinya orang yang tidak mempunyai musuh. Atau, orang yang seumur hidupnya tidak pernah memercikkan api permusuhan kepada siapa pun, termasuk kepada orang-orang yang jelas-jelas menzaliminya. Sebut saja Duryudana, Dursasana, Sengkuni, dan lain-lain.Puntadewa lebih mengajarkan kepada kita tentang makna menang tanpa mengalahkan, yang berarti bahwa seseorang dapat menundukkan dirinya sendiri atau mengendalikan hawa nafsunya, sehingga nafsunya tak lagi menggelora dalam dirinya. Maka, yang menang adalah rasa imannya, rasa sukmanya, atau hidupnya yang dapat mengenyahkan bisikan-bisikan setan dan nafsu, sehingga mereka menjadi lebih dekat kepada Tuhan Sang Pencipta. Dengan cara yang indah dan tanpa menggurui, novel ini mengajak kita kembali menghayati bagaimana hakikat sejatinya perjalanan diri di alam mayapada ini.Selamat membaca!Dalam kesehariannya, Prabu Puntadewa hampir-hampir tidak pernah bisa marah. Tapi, jika sekali saja ia marah, yakni ketika ia ber-triwikrama dengan Aji Gundhawijaya, maka badannya akan berubah menjadi raksasa yang luar biasa besar.Kesatria Berdarah Putih dari AmartaKisah Kaya Keteladanan dan Petuah Kebijakan